Satu hati Untuk Kali Brantas

Satu hati Untuk Kali Brantas
Kata Amirudin Mutaqin” anak-anak sudah habis kesadaran melihat perilaku serakah para generasi tua, menghabiskan sumberdaya alam kali Brantas” LEBAY
Sepuluh Tahun terakhir bagai teriris-iris hati kami, pilu melihat nasib Kali Brantas. Tiap hari 350 ton limbah cair digerojokkan oleh lebih dari 400 industri di DAS Brantas, ikan mati massal akrab menjadi berita di Koran, Kami juga sering membaca keluhan PDAM Kota Surabaya yang kesulitan mengolah air bakunya, bahkan menurut ecoton Kali Surabaya telah berubah menjadi WC umum. Kami juga mengikuti kabar bahwa Hulu Brantas telah banyak beralih fungsi yang semestinya kawasan lindung atau daerah tangkapan air berubah menjadi hotel, villa, pertanian, perkebunan dan kawasan terbangun lainnya, sehingga yang kami rasakan saat ini adalah semakin sulitnya mendapatkan air bersih, bahkan di daerah hulu seperti kami yang tinggal di Wonosalam. Contoh konkret penderitaan hulu Brantas adalah menyusutnya mata air di Batu dari 111 pada tahun 2000 kini hanya tinggal 56 titik mata air. Di Jombang, Kediri dan Mojokerto banyak diberitakan dan kami ketahui sendiri amblesnya jembatan Mritjan Kediri , bergesernya jembatan Semampir Kediri dan jembatan Jl gajah mada Mojokerto akibat maraknya aksi liar penambang pasir dengan pontoon, jutaan meter kubik pasir dikuras, dikeruk dan disedot siang, malam dan dini hari. Kami juga merekam rusaknya tanggul-tanggul dan punahnya ikan-ikan yang berdomisili di Dasar Brantas. Penegakan hukum seperti lagu lama yang sering diputar berakhir dengan kemenangan para pemilik uang dan mengorbankan nasib Brantas. Kali Brantas butuh kisah baru, kali Brantas butuh cinta butuh kasih dan Welas asih.
Kami tak tega melihat Kali Brantas terus teraniayah, bagai hidup diantara manusia tanpa hati dan tanpa cinta.

Dengan berbekal kasih kami membentuk Brantas community. Brantas community merupakan Jaringan gerakan kepedulian terhadap kondisi kali Brantas yang dilakukan oleh anak – anak muda di wilayah yang di lalui oleh DAS Brantas. Didorong rasa prihatin kami atas semakin menurun kualitas dan kuantitas air Kali Brantas, kami mengambil inisiatif membuat sebuah gerakan yang dilakukan bersama – sama anak muda yang ada di sepanjang DAS Brantas lainnya untuk menyelamatkan masa depan Brantas mulai dari Hulu sampai hilir. Dengan satu hati kami memulai gerakan ini:
1. Wilayah Hulu ( Malang & Batu ) :
Kami anak-anak hulu merasakan semakin berkurangnya sumber-sumber mata air dan seringnya daerah kami yang tergenang banjir dan tanah longsor di Pujon. Kini kami sedang melakukan projek penyelamatan sumber air di daerah hulu yang merupakan daerah tangkapan air dengan memperkaya biopori dan juga resapan di sekolah – sekolah. Kami ingin menampung air hujan sebagai pemasok sumber air di kawasan Brantas. Kami SMPN 1 Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dan SMAN 2 batu, bekerja satu hati menjaga dan menyelamatkan mata air yang tersisa.
2. Wilayah Tengah ( Jombang ) :
Ada 11 sekolah yang tergabung dalam jaringan pelajar peduli Brantas yang di training oleh ecoton sebagai kader pemantauan kualitas air brantas di wilayah mereka masing – masing. Kami SMPN 1 Wonosalam saat ini berusaha menyelamatkan Sumber air brantas di wilayah kaki gunung Anjasmoro, kami membuat Kelompok yang kami beri nama POLISI AIR bertujuan untuk menyelamatkan dan menjaga sumber- sumber air di daerah Wonosalam, kami melakukan pemantauan rutin keanekaragaman serangga air yang menunjukkan bahwa kualitas air dihulu dalam kondisi tercemar ringan. Di Madrasah Aliyah Faser Panglungan Wonosalam Jombang membentuk kelompok untuk mengadopsi dan mengamankan 2,5 Hektar hutan di Sumber beji yang masih alami dan mempunyai mata air yang dimanfaatkan masyarakat desa setempat untuk di jadikan laboratorium Alam sekolah, kami juga sudah mengidentifikasi jenis-jenis tanaman diradius 200 meter sekitar mata air, ada 44 mata air di kecamatan Wonosalam yang menunggu untuk diselamatkan, dengan hati dan cinta. Kini kami menginisiasi POLA KEMITRAAN PELESTARIAN MATA AIR yang melibatkan Sekolah kami, BLH Jombang, Pemerintah Desa Panglungan dan Wonosalam untuk memantau kelestarian mata air.
3. Wilayah Mojokerto :
Patroli sepeda rutin merupakan kegiatan rekan-rekan kami di SMPN 2 Jetis Mojokerto yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat di sepanjang rute patroli mereka dengan himbauan dan ajakan melalui leaflet –leaflet sosialisasi lainnya. Dalam patroli ini mereka melakukan monitoring kualitas air dan juga pendataan kualitas tanggul, potensi kali Surabaya dan masalah yang mereka temukan di sepanjang patroli. Setiap seminggu sekali setidaknya 30 anak dengan semangat satu hati untuk brantas dalam kegiatan ini untuk menyusuri Kali Surabaya yang berada di wilayah mereka Mlirip-Jetis.
4. Wilayah Gresik :
Lima tahun terakhir teman-teman kami di SMAN 1 Wringinanom yang biasa disebut sekolah ndeso karena adoh lor dan adoh kidul dengan semangatnya telah banyak membuat perubahan bagi kelestarian Bantaran/Stren Kali Surabaya di Kecamatan Wringinanom. Mereka telah membentuk Kelompok Garda Brantas, sensus serangga Air, dokter sungai, Adopsi bantaran yang kini telah berhasil mensterilkan 8 Km bantaran dari alihfungsi kawasan lindung. kami pelajar SMAN 1 Driyorejo saat ini memberikan contoh pengelolaan bantaran dengan model small farming food security, dengan semangat satu hati, kami ingin agar pemanfaatan bantaran dikembalikan pada fungsi konservasi dan memanfaatkan bantaran sungai sebagai lahan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan penunjang, gerakan ini kami lakukan antara lain sebagai antisipasi terhadap makanan yang kurang sehat yang biasa di konsumsi pelajar di sekolah. Dilandasi rasa cinta pada sungai sejak tahun 2009 kami mengumpulkan surat cinta untuk gubernur agar memberikan kasihnya pada kali Surabaya , kini telah terkumpul 1000 surat cinta dari pelajar untuk Pak De Karwo, kami berharap masih ada satu hati Pak De karwo untuk Kali Surabaya dan Kali Brantas
5. Wilayah Hilir ( Surabaya & Sidoarjo )
Sebagai daerah yang paling banyak terkena dampak pencemaran dan kerusakan di Kali Brantasnya tidak membuat diam kami, anak – anak muda di wilayah ini kini mengembangkan Brantas Community sebagai jembatan penghubung komunikasi antara anak muda yang ada diwilayah Hulu, tengah sampai Hilir tentang permasalahan dan perkembangan penanganan Kali Brantas di wilayah mereka masing – masing, kami sadar bahwa untuk bisa menyelesaikan masalah kali brantas tidak bisa dilakukan sepotong – potong dan di setiap wilayah masing – Masing, tetapi perlu adanya kerjasama antara anak – anak muda yang ada di sepanjang DAS Brantas untuk mengkampanyekan dan membantu penyelesaian kali Brantas secara keseluruhan. Melalui website http://brantas-community1.blogspot.com yang dibangun anak – anak muda di jurusan Komunikasi UPN ‘ Veteran “ Jawa timur. Dengan semangat satu Hati kami berharap situs ini bisa menjadi media komunikasi Online bagi pergerakan anak muda untuk menyelamatkan kali brantas.
Sekarang sudah saatnya anak – anak muda mendapatkan peran dalam penyelesaian masalah di Brantas, kami merasakan generasi tua saat ini terlalu banyak mengeksploitasi brantas.
Semua yang telah kami lakukan adalah bentuk bertanggung jawab kami bagi kelestarian Kali brantas, Kami merasakan generasi tua telah kehilangan hati, menghancurkan warisan kami, mengeksploitasi Kali Brantas. Kami anak-anak muda yang tergabung dalam Brantas Community, dengan satu hati, meminta Pak De Karwo, Gubernur Provinsi Jawa Timur:
1. Memprioritaskan upaya pemulihan Kualitas Kali Brantas dan Kali Surabaya.
2. Membentuk kemitraan Pelestari Kali Brantas yang beranggotakan sekolah – sekolah dan Biro Sumber daya Alam, yang didalamnya terdapat :
– pos pengaduan tanggap darurat Kali Brantas.
– Memfasilitasi kegiatan Brantas community sebagai jaringan pelajar peduli brantas di Jawa Timur dalam upaya menjaga kelestarian Kali Brantas, membangkitkan kecintaan pelajar pada Kali Brantas dan meningkatkan pemahaman pelajar tentang pentingnya Kali Brantas.
3. Melakukan sosialisasi, Training dan pemaparan program – program pemerintah terkait upaya pemulihan Ekosistem Kali brantas kepada Brantas Community.
4. Melakukan upaya Rehabilitasi kawasan resapan dan daerah tangkapan di sekitar mata air di wilayah Wonosalam Jombang sebagai salah satu sumber penting Kali Brantas dengan menghijaukan kembali dengan pohon-pohon kemiri, iprik, bendo, aren dan bambu yang selama ini terbukti mampu mengamankan cadangan air.
5. Mengembalikan kawasan Bantaran Kali Brantas dan Kali Surabaya menjadi kawasan lindung dan daerah tampungan luapan air badan air sungai, sehingga perlunya upaya sterilisasi bantaran sungai dari bangunan, sehingga dapat meminimalisasi ancaman bantaran kali menjadi WC umum.
6. Mencanangkan program adopsi Bantaran Kali Surabaya dan melakukan penghijauan kawasan bantaran sungai Brantas dan Kali Surabaya dengan tanaman Buah (mangga,Juwet, Jambu Biji, nangka) tanaman Kemiri, Sengon, Salam dan Rosella
7. Melibatkan Sekolah dalam kegiatan pemantauan kualitas lingkungan DAS Brantas ( Kualitas air, kuantitas mata air, keanekaragaman hayati) dan menjaga kelestarian sungai, dengan senang hati kami mengijinkan untuk mengadopsi program-program Brantas Community, yaitu : Membentuk polisi air, Patroli sepeda, Dokter sungai, Carbon Bank bantaran, Hutan Tani Bantaran, Sensus serangga air, Surat Cinta Untuk Brantas, River Deffender, Garda brantas, small farming food security, ekowisata Sungai, Penjaga Mata Air dan pendokumentasian keanekaragaman hayati tanaman mata air
8. Menjadikan Masalah DAS Kali Brantas sebagai Muatan Lokal bagi sekolah SD , SMP dan SMA di sepanjang DAS Brantas.
9. Membangun pusat informasi Kali Brantas yang berisi tentang info kali brantas dan dapat di akses dengan mudah bagi masyarakat Jawa timur.
Demikian Surat Permintaan kami, Kali Brantas bukanlah warisan nenek Moyang melainkan titipan generasi yang akan datang. Kami berharap masih ada satu hati untuk memenuhi permintaan kami.

Hormat Kami,

Amirudin Mutaqin
Koordinator Pusat

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s